Cara Internal Link Audit di IDZ SEO adalah dengan membaca graph tautan berdasarkan halaman yang benar-benar berhasil dicrawl. Audit membedakan inbound source, outbound target, anchor text, occurrence, Link Depth, crawl coverage, dan confidence sehingga angka internal link selalu memiliki evidence yang dapat diperiksa.
Apa perbedaan Inbound dan Outbound?
Inbound adalah tautan dari halaman lain di dalam website menuju URL target. Outbound adalah tautan dari URL target menuju halaman internal lain. IDZ SEO membedakan total occurrence dengan unique source atau unique target, karena satu halaman dapat menautkan ke URL yang sama beberapa kali.
Cara membuka evidence inbound
Evidence inbound idealnya menjawab empat hal: source URL, target URL, anchor text, dan jumlah occurrence. Jika angka menunjukkan inbound 0, artinya tidak ada inbound source yang ditemukan dari halaman yang berhasil dicrawl pada run tersebut. Itu bukan klaim bahwa seluruh internet atau seluruh website pasti tidak memiliki tautan menuju URL tersebut.
Memahami crawl coverage dan confidence
Kesimpulan internal link bergantung pada coverage. Jika hanya sebagian kecil website berhasil dicrawl, label orphan harus dibaca dengan hati-hati. IDZ SEO menggunakan confidence agar user dapat membedakan evidence dengan coverage rendah, menengah, dan tinggi. Semakin lengkap crawl, semakin kuat kesimpulan graph internal link.
Apa itu Link Depth di IDZ SEO?
Link Depth adalah jarak hyperlink terpendek dari start URL melalui graph halaman yang berhasil dicrawl. Link Depth bukan urutan URL masuk ke antrean crawler. Karena itu halaman yang hanya ditemukan melalui sitemap dapat memiliki tanda “—” sampai sistem menemukan jalur hyperlink yang valid.
Bagaimana membaca Orphan Candidate?
IDZ SEO menggunakan istilah Orphan Candidate, bukan langsung “orphan page”. Periksa inbound source, discovery source, Link Depth, coverage, dan confidence. Jika coverage tinggi dan URL penting memiliki visibility GSC tetapi tetap tidak memiliki inbound source, halaman tersebut layak diprioritaskan untuk pemeriksaan struktur internal link.
Anchor text bukan sekadar jumlah keyword
Periksa apakah anchor membantu user memahami tujuan link dan apakah distribusinya natural. Hindari memaksakan exact-match keyword pada setiap tautan. Untuk halaman penting, anchor dapat bervariasi sesuai konteks kalimat sambil tetap menjelaskan topik halaman tujuan.
GSC sebagai konteks prioritas
Jika sebuah URL memiliki impressions atau clicks, GSC dapat membantu menaikkan prioritas pemeriksaan internal link. Namun GSC tidak membuktikan bahwa jumlah inbound tertentu adalah penyebab ranking. Gunakan visibility untuk menentukan halaman penting, lalu gunakan graph link sebagai evidence struktural.
Hubungan dengan crawler
Pastikan Anda memahami perbedaan discovered, successfully crawled, dan belum dianalisis melalui panduan menjalankan crawl website. Internal Link Audit hanya dapat membangun evidence dari data yang memang tersedia pada run.
Pertanyaan umum tentang Internal Link Audit
Apakah Inbound 0 berarti halaman pasti orphan?
Tidak. Inbound 0 berarti sistem tidak menemukan inbound source dari halaman yang berhasil dicrawl pada run tersebut. Periksa coverage, confidence, discovery source, dan Link Depth sebelum mengambil keputusan.
Mengapa Link Depth bisa kosong?
URL dapat ditemukan melalui sitemap atau sumber discovery lain tanpa jalur hyperlink yang berhasil ditemukan. Karena Link Depth memakai graph hyperlink, kondisi tersebut dapat ditampilkan sebagai tanda kosong atau “—”.
Apa beda occurrence dan unique inbound source?
Occurrence menghitung berapa kali link muncul, sedangkan unique inbound source menghitung berapa halaman berbeda yang menautkan ke target. Satu source dapat menghasilkan lebih dari satu occurrence.
Apakah saya harus menambah internal link ke semua Orphan Candidate?
Tidak otomatis. Verifikasi dulu fungsi URL, canonical, indexability, relevansi, dan confidence evidence. Halaman yang memang sengaja tidak menjadi bagian navigasi utama dapat memerlukan keputusan berbeda.